PERSEPSI CINTA


Cinta merupakan sebuah kata sederhana yang mengandung banyak makna. Sederhana? Ya, sangat sederhana. Hanya cinta dapat berubah kadar kesederhanaannya menjadi sulit, bahkan rumit, tergantung persepsi yang dikeluarkan oleh masing-masing individu yang memberikan persepsinya tentang cinta itu sendiri.

Masing-masing orang berhak memberikan makna/ arti tentang yang namanya “CINTA”. Namun, alangkah baiknya, jika persepsinya itu adalah berorientasi baik dan membawa kebaikan. Karena kita tahu, ada beberapa kejadian, peristiwa, dan fenomena unik yang terjadi di luar sana yang disebabkan karena persepsi yang salah, persepsi yang tidak baik, yang menimbulkan kegelisahan, ketidaknyamanan, dan kegalauan dalam diri, sebagai contoh kasus gila karena cinta, bunuh diri dan sebagainya.

Persepsi merupakan pandangan Anda dalam memaknai sesuatu. Pandangan ini sangatlah penting di dalam kehidupan, karena pandangan akan menjadi kompas arah yang mengarahkan Anda menuju suatu tujuan yang jelas. Tapi, itu bisa tujuan yang mengarahkan kepada jalan yang baik dan bisa jadi ke jalan yang buruk.

Oleh karena itu, agar persepsi kita baik, persepsi kita bisa mengarahkan kepada kebahagiaan ketika kita ada di area yang bernama cinta tersebut, ada baiknya kita harus tahu pemahaman tentang cinta agar kita tidak terjerumus ke dalam masalah cinta yang buruk, yaitu:

1. Cinta adalah suatu perasaan yang positif dan diberikan pada manusia atau benda lainnya. Bisa dialami semua makhluk. Penggunaan perkataan cinta juga dipengaruhi perkembangan semasa. Perkataan sentiasa berubah arti menurut tanggapan, pemahaman dan penggunaan di dalam keadaan, kedudukan dan generasi masyarakat yang berbeda. Sifat cinta dalam pengertian abad ke-21 mungkin berbeda daripada abad-abad yang lalu. Ungkapan cinta mungkin digunakan untuk meluapkan perasaan seperti berikut: Perasaan terhadap keluarga, Perasaan terhadap teman-teman, atau philia, Perasaan yang romantis atau juga disebut asmara, Perasaan yang hanya merupakan kemauan, keinginan hawa nafsu, atau cinta eros, Perasaan sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape, Perasaan tentang atau terhadap dirinya sendiri, yang disebut narsisisme, Perasaan terhadap sebuah konsep tertentu, Perasaan terhadap negaranya atau patriotisme, Perasaan terhadap bangsa atau nasionalisme, dan sebagainya. (http://id.wikipedia.org/wiki/Cinta)

2. Ketahuilah, cinta kepada Allah SWT itu lebih utama daripada cinta kepada makhluk-Nya. Cintailah Allah Yang Maha Mencinta, baru cintai makhluk-Nya. Ketika Dia mencintai kita sebagai hamba-Nya, Dia akan sangatlah mudah untuk membolak-balikkan hati hamba-hamba-nya untuk mencintai kita.

3. Agar tidak terjerumus ke dalam cinta yang palsu, maka persiapkan diri Anda untuk selalu sedia menuntut ilmu (terutama ilmu tentang masalah cinta) agar kita tidak terjerumus ke dalam pemahaman cinta yang palsu.

4. => => => bersambung (nanti saya teruskan lagi, semoga diberikan kelancaran) :’)

Written By: Achmad S. Munir


Postingan populer dari blog ini